Panduan Memulai Film Studio Ghibli untuk Pemula

Redaksi17 Agustus 20262 menit baca3,9 rb pembaca
Panduan Memulai Film Studio Ghibli untuk Pemula

Katalog Ghibli bisa terasa membingungkan bagi pendatang baru. Ini urutan tontonan yang paling ramah, disusun berdasarkan suasana, bukan tahun rilis.

Studio Ghibli punya lebih dari dua puluh film panjang dengan rentang suasana yang sangat lebar — dari petualangan anak-anak sampai drama perang yang berat. Memulai dari judul yang salah bisa membuat kesan pertama jadi meleset. Berikut urutan yang biasanya paling mulus.

Mulai dari: My Neighbor Totoro (1988)

Tidak ada penjahat, tidak ada pertarungan, hanya dua kakak beradik yang pindah ke desa sambil menunggu ibu mereka sembuh. Film ini memperkenalkan ciri khas Ghibli yang paling mendasar: kesabaran, ruang untuk diam, dan keajaiban yang diperlakukan sebagai hal biasa.

Lanjutkan ke: Kiki's Delivery Service (1989)

Kisah penyihir muda yang membuka jasa antar barang ini sebenarnya film tentang bekerja untuk pertama kali, kehilangan percaya diri, dan menemukannya kembali. Sangat mudah diikuti dan terasa dekat bagi penonton segala usia.

Naik satu tingkat: Spirited Away (2001)

Setelah terbiasa dengan ritme Ghibli, film ini akan terasa jauh lebih kaya. Dunianya padat dan aturannya tidak selalu dijelaskan, tapi justru di situ daya tariknya.

Kalau suka petualangan: Castle in the Sky (1986) dan Howl's Moving Castle (2004)

Dua judul dengan mesin terbang, kota melayang, dan dunia rekaan yang detail. Castle in the Sky lebih lurus alurnya; Howl lebih longgar dan bertumpu pada suasana.

Kalau siap yang berat: Princess Mononoke (1997) dan Grave of the Fireflies (1988)

Princess Mononoke menolak membagi tokohnya menjadi baik dan jahat dalam konflik manusia melawan hutan. Grave of the Fireflies — sebenarnya karya Isao Takahata — adalah film tentang dua anak korban perang yang sebaiknya tidak ditonton saat sedang butuh hiburan.

Untuk yang ingin sesuatu berbeda: Whisper of the Heart (1995)

Tidak ada sihir sama sekali. Hanya seorang remaja yang mencoba menulis cerita pertamanya, dan mungkin justru yang paling menyentuh bagi penonton dewasa.

Sebagian besar katalog Ghibli tersedia legal lewat layanan streaming berlangganan di Indonesia. Menonton dengan sulih suara asli Jepang beserta takarir umumnya memberi pengalaman yang paling dekat dengan versi bioskopnya.

Bagikan:WhatsAppTelegramXFacebook

Artikel Lainnya

Lihat semua