
Sinopsis Hospital Playlist
Ditulis Redaksi • 4 September 2026
Lee Ik-jun, Ahn Jeong-won, Kim Jun-wan, Yang Seok-hyeong, dan Chae Song-hwa berteman sejak tahun pertama kuliah kedokteran pada 1999. Dua puluh tahun kemudian, kelimanya bekerja di Rumah Sakit Yulje: bedah umum, bedah anak, bedah jantung, obstetri-ginekologi, dan bedah saraf. Setiap minggu mereka menyempatkan berkumpul untuk latihan band, meski sering hanya berakhir dengan satu lagu dan banyak makanan.
Kasus Sebagai Cermin
Setiap episode mengikuti beberapa pasien sekaligus, dan serial ini menolak membuat dokternya sempurna. Ada keputusan yang salah, ada keluarga pasien yang marah dengan alasan yang bisa dimengerti, dan ada kematian yang tidak bisa dicegah siapa pun. Jeong-won berulang kali menunda niatnya menjadi pastor karena selalu ada satu anak lagi yang perlu ditangani. Song-hwa, satu-satunya perempuan di antara mereka, menghadapi kolega yang meragukannya tanpa pernah mengatakannya terang-terangan.
Ritme yang Sengaja Pelan
Tim yang sama dengan Reply 1988 membawa pendekatan serupa: konflik besar dihindari, dan cerita dibiarkan mengalir lewat percakapan panjang di kantin, mobil, dan ruang ganti. Musik menjadi elemen penting — lagu-lagu Korea era 1990-an dimainkan ulang oleh para pemainnya sendiri di akhir episode, biasanya menautkan beberapa alur yang sedang berjalan.
Untuk Siapa Serial Ini
Kalau Anda mencari drama medis dengan ketegangan tinggi, ini bukan tempatnya. Hospital Playlist lebih cocok bagi penonton yang menyukai cerita tentang orang dewasa yang saling menjaga tanpa banyak drama — dan tentang persahabatan yang bertahan justru karena tidak menuntut apa-apa.
Film Serupa
Dipilih dari genre yang sama

Reply 1988
872 pembaca

Crash Landing on You
787 pembaca

Parasite
722 pembaca

Breaking Bad
1,1 rb pembaca

Nirvana in Fire
1,7 rb pembaca

The Dark Knight
1,6 rb pembaca
